Pages

Sabtu, 26 Mei 2012

Pengaruh Teknologi Terhadap Perubahan Bidang Pertanian


BAB I
PENDAHULUAN

         1.1 Latar Belakang
                Perjalanan proses pembangunan tak selamanya mampu meberikan hasil sesuai dengan apa yang diharapkan oleh masyarakat di pedesaan. Pembangunan yang dilakukan di masyarakat desa akan menimbulkan dampak social dan budaya bagi masyarakat. Pendapat ini berlandaskan pada asumsi pembangunan itu adalah proses perubahan (sosial dan budaya). Selain itu masyarakat pedesaan tidak dapat dilepaskan dari unsur-unsur pokok pembangunan itu sendiri, seperti teknologi dan birokrasi.

                Teknologi dan birokrasi merupakan perangkat canggih pembangunan namun dilain sisi perangkat tersebut berhadapan dengan masyarakat pedesaan yang masih tradisional dengan segala kekhasannya. Apalagi jika unsur-unsur pokok tersebut langsung diterapkan tanpa mempertimbangkan aspek sosial, budaya, agama dan lain-lain, maka jangan harap pembangunan akan berhasil. Pihak birokrasi akan sangat memerlukan usaha yang sangat ekstra jika pola kebijakan yang dikeluarkan tidak tepat sasaran dan tidak berlandaskan pada kebutuhan masyarakat khususnya di pedesaan.

                Indonesia merupakan Negara yang kaya dengan sumberdaya alamnya dan sebagian besar dimanfaatkan sebagai lahan agrarian. Tak salah jika kemudian kurang lebih enampuluh persen penduduknya berkecimpung di dunia pertanian dan umumnya berada di pedesaan. Dengan demikian, masyarakat desa yang agraris menjadi sasaran utama introduksi tekhnologi segala kepentingan, kemajuan pertanian sangat melibatkan unsur-unsur pokok tersebut. Oleh sebab itu, masyarakat agrarislah yang pertama menderita perubahan sosial.
                Pelaksanaan kebijakan teknologi pertanian mempunyai jalinan yang sangat kuat dengan aspek-aspek lainnya. Jika kita perincikan dimensi-dimensi perubahan tersebut, maka akan terlihat sangat nyata terjadi perubahan dalam struktur, kultur dan interaksional. Perubahan sosial dalam tiga dimensi ini, kalau dibiarkan terus akan merusak tatanan sosial masyarakat desa. Maka dari itu sangat dibutuhkan kajian yang sangat mendalam untuk mencegah dampak negatif dari kebijakan birokrasi  dan asupan teknologi yang mengiringinya terhadap masyarakat dan aparat yang menjalaninya.

         1.2 Permasalahan
Adapun permasalah dalam yang ditemukan dilapangan sewaktu melakukan pengamatan adalah:
1.        Teknologi yang berpengaruh terhadap perubahan sosial masyarakat tersebut.
2.        Kebijakan birokrasi yang tidak berpihak secara multidimensional terhadap kondisi sosial masyarakat tersebut
3.        Kebijakan birokrasi dapat gagal dalam pembangunan masyarakat tersebut.

         1.3 Tujuan
Tujuan dari penulisan ini adalah:
  1. Untuk mengetahui pengaruh teknologi terhadap perubahan sosial di masyarakat.
  2. Untuk mengetahui pengaruh secara multidimensional terhadap kondisi sosial masyarakat yang diakibatkan oleh kebijakan birokrasi
  3. Untuk mengetahui kegagalan kebijakan birokrasi dalam pembangunan masyarakat pedesaan.













BAB II
PEMBAHASAN

         3.1 Teknologi dan Perubahan Sosial di Masyarakat
                Banyak faktor yang tak dapat dipungkiri yang menyebabkan terjadinya perubahan sosial di masyarakat tersebut, misalnya datangnya perpindahan penduduk dengan berbagai ciri kebudayaan yang dibawanya, pola pendidikan, sistem ekonomi, politik pemerintahan dan banyak hal yang tak mungkin dipisahkan dari faktor-faktor individual, seperti data yang diambil dilapangan tercatat bahwa penduduk Fitu asli punya pola kehidupan yang masih sederhana namun setelah datangnya penduduk yang dipindahkan pemerintah dari Mangga Dua Empang ke kelurahan Fitu mereka membawa ciri kebudayaan, pola pendidikan, sistem ekonomi, politik pemerintahan dan banyak hal yang tak mungkin dipisahkan dari faktor-faktor individual yang berpengaruh dengan secara tanpa disadari mampu mempengaruhi individu lainnya. Faktor yang penting dalam kaitannya dengan pembicaraan ini adalah teknologi, yang sangat nyata berkaitan dengan perubahan sosial di mayarakat seperti yang ramai terpakai sekarang adalah pupuk oragnik. Hal ini terjadi karena pada pasca nasional ini, selalu dijadikan sasaran utama pembangunan. Seperti yang teramati dilapangan adalah sangat marak dipakai oleh masrakat setempat ini menjadi salah satu akibat terjadinya pergeseran nilai-nilai sosial budaya dari masyarakat tersebut.

                Pada masa sekarang ini kita dapat amati bahwa pembangunan indonesia sudah mencapai 60% sukses namun pembangunan untuk sumberdaya manusianya belum mencapai kesempurnaan ini dikarenakan teknologi tadi. Masyarakat desa menerima dan menggunakan hasil penemuan atau peniruan teknologi khususnya di bidang pertanian, yang merupakan orientasi utama pembangunan di Indonesia. Menurut data yang dikumpulkan dilapangan tercatat sebanyak 80% masyrakat desa Fitu yang yang berprofesi sebagai petani dan itu karena dan itu karena pengaruh teknologi terhadap bidang pertanian sehingga masyrakat harus beralih dari mata pencaharian yang mulanya sebagi pelut sewaktu masih di Mangga Dua Empang namun akhirnya karena teknlogi dan akibat dari perpindahan penduduk tadi maka mereka harus rela beralih dari mata pencaharian yang semula ke mata pencaharian yang baru yang sekarang mereka tekuni. Penerimaan terhadap teknologi baik itu dipaksakan ataupun inisiatif agen-agen perubah, tidak terelakkan lagi akan mempengaruhi perilaku sosial (social behavior) dalam skala atau derajat yang besar. Lebih dari itu, introduksi teknologi yang tidak tepat mempunyai implikasi terhadap perubahan sosial, yang kemudian akan diikuti dan diketahui akibatnya. Contohnya, ketika teknologi berupa pupuk pestisida yang dulunya tidak pernah ada dan masyarakat hanya mengandal denga temuan-temuan mitos untuk menanggulangi hama yang menyerang ptanaman mereka namun kini terlihat bahwa setelah penemuan teknologi dan menghasilkan produk baru maka sanagat berdampak terhadap perubahan yang terjadi pada masyarakat tersebut..  

                Keadaan ini menimbulkan perubahan struktur, kultur dan interaksional di Desa Fitu Perubahan dalam suatu aspek akan merembet ke aspek lain. Struktur keluarga berubah, di mana wanita yang hanya biasa sebagai menumbuk padi sebagai penghasilan tambahan, sekarang hanya tinggal di rumah. Produk baru akibat temuandari teknologi tadi maka menyebabakan mitos-mitos yang di masyrakat tadi akan secara perlahan-lahan akan hilang.

3.2. Gagalnya Kebijakan Pemerintah dalam Pembangunan Desa
                Proses pembangunan desa di Indonesia telah banyak diulas oleh para peneliti. Namun bagaimana dengan yang teramati dilapangan seperti yang teramati dikelurahan fitu yang masih penuh dengan kekurangan, contohnya saja air dan listrik yang sebenarnya adalah keperluan sehari-hari yang tidak dapat dipisahkan oleh manusia adalah pembangunan pemerintah yang bersifat tidak memihak terhadap masyarakat tertentu seperti yang kita baru saja lalui, Pemilukada jika hanya berkepetingan baru para birokrat mau turun melihat keadaan masyarkat desa seperti pengakuan salah satu tokoh masyarakat adalah “nanti jika saat pemilu baru turun kasih bibit” pengakuan jelas-jelas sangat mengkritisi itu sangat betul jika hanya begitu maka terjadi kecemburuan sosial masyarakat secara terus-menerus akan berakibat terhadap perubahan sosial masyarakat.

                Untuk perlu pertimbangan yang matang dan pisau analisis yang tajam bagi pemerintah untuk mengeluarkan kebijakan pembangunan khususnya pertanian di desa. Agar tidak merusak tatanan sosial masyarakat maka perlunaya kerja sama antara masyarakat dengan desa setempat dan lingkungan sekitarnya.



























BAB III
PENUTUP

         3.1 Kesimpulan
Ø  Kurangnya perhatian pemerintah terhadap warga Kel. Fitu, sehingga menimbulkan kecemburuan sosial yang ammat berdampak pada perubahan sosial.
Ø  Kurangnya kepedulian pembangunan infrastruktur pada warga Fitu sehingga, menyebabkan pembangunan tidak berjalan dengan lancar.
Ø  Kurang berkepihakkannya pemerintah terhadap masalah kebijakan.

         3.2 Saran
                Penulis mencoba menawarkan saran sebagai tindak lanjut dari permasalahan yang ada berupa :
Ø  Paradigma pembangunan tidaklah mesti berladaskan pada pertumbuhan sektoral, akan tetapi pemerataan dari segala aspek, mulai dari pendidikan, ekonomi, dan teknologi agar tidak terjadi ketidak stabilan sosial masyarakat.
Ø  Kebijakan pemerintah dalam pembangunan mestinya berlandaskan pada kebutuhan masyarakat dan tidak bersifat sentralistik, akan tetapi merata di seluruh pelosok.
Ø  Kemandirian masyarakat tani perlu ditingkatkan dalam menggali potensi mereka, sehingga pola interaksi tetap berjalan dengan baik dan nilai kerjasama anatar masyarakat tetap terjaga. 








DAFTAR PUSTAKA


Aris Tanudirjo, Daud. 1993. Sejarah Perkembangan Budaya di Dunia dan di Indonesia. Yogyakarta:Widya Utama

Gumgum Gumilar, 2001. Teori Perubahan Sosial. Unikom. Yogyakarta.

Soekmono, R.tt. 1988. Pengantar Sejarah Kebudayaan Indonesia. Jakarta:Kanisius

Suyanto, 2002. Merefleksikan Perubahan Sosial Masyarakat Indonesia. Kompas, 17 Desember 2002, hal. 5.

http://jibis.pnri.go.id/informasi-rujukan/indeks-makalah/thn/2007/bln/03/tgl/29/id/1002

http://id.wikipedia.org/wiki/Perubahan_sosial_budaya




















DAFTAR ISI

BAB I. PENDAHULUAN
1.1.  Latar Belakang
1.2.  Permasalahan
1.3.  Tujuan
BAB II. PEMBAHASAN
            2.1. Teknologi Dan Perubahan Sosial Di Masyarakat
            2.2. Gagalnya Kebijakan Pemerintah dalam Pembangunan Desa
BAB III. PENUTUP
            Kesimpulan
            Saran
DAFTAR PUSTAKA


















Makalah
M.K Sosiologi Pedesaan

logo unkhairPENGARUH PEMBANGUNAN PERTANIAN TERHADAP PERUBAHAN SOSIAL MASYARAKAT DESA FITU






hxn





OLEH :
1.      Yudith Ali
2.      Sarif Robo
3.      Ismail Munadi Sangadji
4.      Steven Mamala
5.      Fatma Bode
6.      Andriani Rumbia

FAKULTAS PERTANIAN
UNIVERSITAS KHAIRUN
TERNATE
2010

1 komentar:

  1. Informasi bagus di sini, saya ingin berbagi dengan Anda semua pengalaman saya mencoba mendapatkan pinjaman untuk memperluas Bisnis Pakaian saya di Malaysia. Sangat sulit pada bisnis saya turun karena penyakit kecil saya waktu singkat maka ketika saya sembuh saya membutuhkan dana untuk mengaturnya lagi bagi saya untuk memulai jadi saya bertemu Mr Benjamin seorang petugas konsultan pinjaman di Le_Meridian Funding Service. Dia bertanya saya tentang proyek bisnis saya dan saya katakan kepadanya saya sudah memiliki One dan saya hanya perlu pinjaman 200.000,00 USD dia memberi saya formulir untuk diisi dan saya juga dia bertanya kepada saya tentang ID Valid saya dalam beberapa hari. Mereka melakukan transfer dan pinjaman saya diberikan . Saya benar-benar ingin menghargai upaya di sana juga mencoba untuk memberikan ini kepada siapa pun yang mencari pinjaman bisnis atau masalah keuangan lainnya untuk Menghubungi Layanan Pendanaan Le_Meridian Di Email: lfdsloans@lemeridianfds.com / lfdsloans@outlook.com. Ia juga tersedia di WhatsApp Contact: +1 -9893943740.

    BalasHapus